Akhirnya update blog. Perjalanan kampus-mall tadi menginspirasi saya untuk menulis lagi. Tentang makhluk yang terkenal dengan kelemah lembutannya, perempuan. Saat ini pukul 19.38 dan saya berada di salah satu restoran fast food, menunggu teman lama untuk menonton Pacific Rim. Okay, leave it.
Sewaktu akan berangkat menuju kesini, saya berencana untuk naik angkot. Biasanya hanya dengan membayar dua ribu perak. Namun saya teringat dengan selembar seratus ribuan dan selembar seribuan yang ada di dompet. Memang lebih dari cukup untuk sekedar naik angkot. Tetapi pecahannya terlalu besar dan terlalu kecil. Dulu pernah saya membayar dengan selembar lima puluh ribuan, kemudian saya dimaki oleh supir angkot yang, yaaah, entah bad mood atau bad day baginya hari itu (mungkin juga bad attitude :p). No, I won't do that anymore, it's too risky ;)
Berdasar pengalaman tidak mengenakkan tadi, saya "mencoba" untuk berjalan kaki. Kenapa mencoba? Karena jaraknya yang mencapai 2km dan saat itu hari sudah gelap (pukul 18.30). Walaupun di daerah batam centre, jalan Parkway Street masih lengang apalagi saat itu jam berbuka puasa. Tetapi saya nekad karena sudah terlanjur janji dengan teman lama.
Saya berjalan pelan-pelan sambil memperhatikan kanan kiri (depan belakang juga :D) memastikan diri bahwa saya tidak diikuti oleh orang yang berniat jahat. Handphone dan dompet telah berada di tempat yang aman. Sip. And as the over imagining person, of course I do a little on my way supaya tidak bosan. Melewati rute kampus-Gedung Graha Pena-menyeberang di depan Masjid Agung-melintasi alun-alun kota-and here I am, saya sampai. Saya puas telah berhasil :)
Bagi sebagian orang, berjalan kaki sendirian sejauh 2km di malam hari memang biasa. Tetapi mari berbicara mengenai sebagian orang lainnya. Not everyone willing to do that, and not every girl is brave enough. Rasanya sulit di jaman sekarang yang hampir setiap orang memiliki kendaraan. Hal ini juga yang membuat banyak perempuan muda tidak berani naik kendaraan umum sendirian, apalagi jalan kaki. Saya teringat beberapa hari lalu seorang teman perempuan menangis di halte karena tidak ada yang menjemputnya pulang dan tidak tahu trayek angkot dan bus. Wh-what? Why? Seriously, crying?
Saya tidak menjelekkan, yang saya tekankan disini adalah perempuan harus berani. Pandai mengendarai dan memiliki kendaraan memang penting. Namun bukan berarti kita menjadi malas untuk berjalan kaki. Well, minimal harus tahu trayek angkot pulang ke rumah. Keluarga/teman/pacar tidak selalu ada untuk mengantar-jemput kita. Dan uang juga tidak selalu banyak untuk naik taksi. Jadi, biasakanlah untuk memiliki keberanian sendiri.

welll.....yeaahhh....
BalasHapusu r rite girl.... ;)
ok, besok bawak vespa ya!
Hhahahaha baiklah besok bawa vespa. (Cewek-anti-mainstream)
BalasHapus